Jumat, 03 Desember 2021 13:27 WIB

Breaking News

Duh, Sudah Dua Menteri Jadi Tersangka KPK

Redaktur: MTO

STATUS BARU - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi

Kopisusu.id - Lagi, orang penting di negeri ini diduga terjerat korupsi. Ya, di tengah gonjang-ganjing baru disahkannya revisi Undang-undang No 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga antirasuah itu tetap menggigit. Buktinya, KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka baru. Orang nomor satu di Kemenpora itu terseret dalam kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora. Imam dijerat dalam pengembangan kasus.
"Dalam penyidikan tersebut ditetapkan 2 orang tersangka, yaitu IMR dan MIU," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).
Miftahul Ulum merupakan asisten pribadi menpora. Miftahul sudah lebih dulu ditahan KPK. Kasus ini merupakan pengembangan kasus dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK, beberapa waktu lalu. Imam Nahrawi menjadi menteri kedua di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditetapkan komisi antirasuah sebagai tersangka korupsi.

DITAHAN LEBIH DULU - Miftahul Ulum, asisten pribadi Menpora (foto: dok jp)

Sebelum Imam, Idrus Marham jadi menteri pertama di era Jokowi-JK yang ditetapkan KPK sebagai tersangka. Idrus Marham kala itu menjabat sebagai menteri sosial. Idrus ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1 oleh KPK pada Agustus 2018. Idrus diduga menerima janji aliran duit terkait perkara itu. Idrus saat ini masih menjalani hukuman. Sebelumnya, karena mengajukan banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan Idrus dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.
Hukuman ini lebih tinggi dibanding vonis Idrus Marham pada tingkat Pengadilan Tipikor. Sebelumnya, Idrus divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan.
Idrus Marham dinyatakan bersalah menerima suap Rp 2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1. Dia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (mto)

menporaimam-nahrawimiftahul-ulumtersangka-kpk

Baca Juga

Berita Lainnya