Sabtu, 04 Juli 2020 02:04 WIB

Nasional

Perjalanan Mulus Menteri Muda Tersandung Fulus

Redaktur: eko satiya hushada

BERSIHKAN PSSI - Imam Nahrawi

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dana hibah KONI, Rabu (18/9/2019). Menteri muda ini diduga menerima suap sebesar Rp14,7 miliar melalui asistennya, Miftahul Ulum sejak 2014 hingga 2018. Kemudian, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam juga diduga meminta uang senilai Rp 11,8 miliar.

"Sehingga total dugaan penerimaan Rp26,5 miliar tersebut diduga merupakan commitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018," ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata.

Imam kini masuk dalam daftar nama menteri yang berurusan dengan KPK, dengan status tersangka. Keluarga pun kaget dengan status tersebut. Sang adik, Syamsul Arifin bahkan menuding KPK telah mendzalimi kakaknya. Dengan menetapkan status tersangka secara diam-diam.

Siapa sebenarnya Imam Nahrawi? Pria kelahiran Bangkalan, Jawa Timur, 8 Juli 1973 ini sebelumnya adalah Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).  Ia dilantik menjadi menteri pada 27 Oktober 2014.

Pendidikan formal dijalani di SDN Bandung Bangkalan (1980-1986), SMPN Konang Bangkalan (1986-1989), MAN Bangkalan (1989-1991), UIN Sunan Ampel Surabaya (1998) dan Universitas Padjajaran untuk program Pascasarjana Magister Kebijakan Publik pada tahun 2017.

Saat menempuh pendidikan di bangku kuliah Imam aktif dalam kegiatan organisasi, seperti menjadi Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya 1994-1995 dan aktif sebagai bagian dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) .  Pada tahun 2017, Imam mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Sunan Ampel Surabaya.

Imam Nahrawi memulai karier politiknya di PBB, dan terpilih sebagai anggota DPR RI selama dua periode (2004–2009] dan 2009–2014) untuk daerah pilihan Jawa Timur. Imam berada di Komisi VII DPR yang betanggung jawab dalam bidang agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan.

Selama menjabat sebagai Menpora, Imam sempat membekukan PSSI. Ceritanya berawal dari pada Februari 2015, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Kemenpora memundurkan jadwal ISL, karena sejumlah klub belum memenuhi persyaratan yang diminta.

Kemenpora melayangkan tiga kali teguran kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Teguran ketiga dilayangkan pada 16 April 2015. Namun hingga 18 April, PSSI belum juga menjawab teguran tersebut, sehingga pada akhirnya PSSI resmi dibekukan. Pembekuan dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui suratnya bernomor 01307 tahun 2015 dan ditandatangani Menteri Imam Nahrawi.

Kini, Imam Nahrawi harus berurusan dengan KPK, dengan status tersangka. Menteri muda yang tersandung fulus dana hibah. (esa)

 

imam-nahrawimenporadana-hibahtersangkakoni

Baca Juga

Berita Lainnya