Minggu, 16 Agustus 2020 03:06 WIB

Healthy

Apa Odol Bisa Atasi Perihnya Gas Air Mata?

Redaktur: MTO

ilustrasi

Kopisusu.id - Beberapa hari belakangan ini sejumlah orang memakai pasta gigi atau odol di wajah (sekitar mata) demi mengatasi efek dari gas air mata. Nah, apa ini efektif untuk mengurangi perih?

Dikutip dari doktersehat, di dalam gas air mata terdapat kandungan arang, potasium nitrat, silikon, sukrosa, serta potasium klorat.

Selain itu, ada bahan lain berupa magnesium karbonat dan o-chlorobenzalmalononitrile yang bisa merangsang keluarnya gas air mata.
Selain mengeluarkan air mata, juga bisa menyebabkan sensasi perih pada mata, iritasi, batuk-batuk, hidung berair hingga kaburnya penglihatan dan sesak napas.

Bahkan, jika kita terkena gas air mata dalam jumlah yang sangat banyak dalam waktu yang lama, bisa saja mengalami gejala muntah-muntah atau diare.
Lalu, apa pakai odol efektif mengurangi perih?

Di dalam odol atau pasta gigi terdapat beberapa kandungan seperti agen abrasif layaknya kalsium karbonat, dikalsium fosfat, serta magnesium trisilikat yang bisa menghilangkan sisa makanan dari gigi. Pakar kesehatan menyebut penggunaan odol tidak akan memberikan pengaruh bagi gas air mata. Sebab, gas ini akan tetap terhirup oleh saluran pernapasan.

Inilah yang menyebabkan sensasi perih dan merangsang keluarnya air mata. Bahkan, bisa jadi akan lebih rentan mengalami iritasi akibat mata yang terpapar bahan kimia dari odol.
Pakar kesehatan lebih menyarankan untuk segera pergi dari kerumunan jika sudah ada penggunaan gas air mata.

Dengan pergi menjauh dari lokasi tempat pembuangan gas air mata, maka bisa mendapatkan udara segar yang bisa segera menghilangkan efek dari gas tersebut. Setelah itu, bilaslah mata dan wajah dengan air dingin. Jika perlu, segera mandi atau berkeramas dengan air dingin demi membantu mengatasi efek dari gas air mata ini. Jika berbagai tidak mempan dan perih terasa, sebaiknya segera memeriksakan ke dokter. (Mto)

odolgas-air-mataunjukrasa

Baca Juga

Berita Lainnya

Penting, Jangan Lupa Sarapan, Ya!

Selasa, 01 Oktober 2019

Makan Siang, Seberapa Perlu?

Selasa, 24 September 2019