Jumat, 10 Juli 2020 02:43 WIB

Nasional

Lili setelah Dilantik Jadi Komisioner KPK, seperti Biasa Masih Bisa Urus Dapur

Redaktur: MTO

WAJAH BARU - Sebagai komisioner baru, Lili Pintauli Siregar juga berpenampilan baru. Ia hadir mengenakan jilbab saat pelantikan.

Kopisusu.id - Wajah baru mewarnai pergantian pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ya, Jumat (20/12/2019), pimpinan lembaga antirasuah periode hingga empat tahun mendatang dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Mereka adalah Firli Bahuri, Nurul Ghufron, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, dan Alexander Marwata.

Hanya nama terakhir yang merupakan muka lama terpilih kembali. Mereka membaca sumpah jabatan di hadapan Jokowi. Dengan demikian, kelima pimpinan KPK periode 2019-2023 yang dipimpin oleh Firli Bahuri secara definitif resmi menjabat pimpinan KPK. 

Selain wajah baru di KPK, juga ada penampilan baru pada Lili hingga bikin pangling banyak orang. Saat tampil di pelantikan, Lili mengenakan jilbab. Bahkan ia sempat dihalangi petugas istana, karena dikira hanya pengunjung. "Saya yang mau dilantik," kata Lili mengulangi penjelasannya kepada petugas tadi. 

Ditanya kopisusu.id soal target seiring telah berlakunya UU KPK baru, Lili Pintauli Siregar mengatakan, target belum ada.’’Kan kolektif kolegial. Jadi semua harus diputuskan bersama,’’ ujarnya.
Seperti diberitakan kopisusu.id, beberapa waktu lalu, di mata para tetangganya, perempuan yang dua periode menjadi komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) itu, merupakan sosok yang mudah bergaul dan membaur. Meski sibuk, di waktu senggangnya sering menyempatkan ikut kegiatan lingkungan.

’’Orangnya santai. Tidak seperti menampakkan orang penting. Naik sepeda motor sendiri, belanja sayur. Sederhana, akrab sama ibu-ibu,’’ ujar Lia Kamelina, tetangga satu perumahan Lili di Pamulang, Tangerang Selatan.

Dengan kesederhanaannya, mau tak mau, setelah dilantik menjadi pimpinan KPK, harus menerima sejumlah fasilitas sebagai pejabat negara, termasuk pengawal keamanan. Lalu akan ada perubahan? ’’Tak ada yang berubah. Semua sama. Tetap taat pada aturan, komitmen, sederhana, dan seperti biasa bisa urus dapur, hahaha,’’ imbuhnya, Jumat (20/12/2019).

Setelah dilantik, para pimpinan KPK tersebut melakukan serah terima dengan pimpinan KPK sebelumnya di gedung KPK, Jakarta. Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo menitipkan pekerjaan rumah (PR) kepada pimpinan baru. Salah satunya berkaitan dengan temuan-temuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Data dari PPATK, lanjut Agus, banyak yang sudah sangat jelas sekali indikasi pidananya. Untuk itu, dia berharap kepada Firli Bahuri sebagai ketua KPK yang baru dapat lebih aktif menuntaskannya.
Sedangkan Firli mengatakan, masih harus mempelajari kasus per kasus di lembaga yang kini dipimpinnya. Termasuk soal temuan PPATK mengenai rekening kasino sejumlah kepala daerah.
Firli lebih menyoroti tata kerja KPK berdasarkan aturan baru yaitu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019.

"Tentu kita berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2019, UU itu memang memiliki apa yang harus kita tindaklanjuti," katanya.

Sekadar diketahui, selain melantik pimpinan KPK periode 2019-2023, Jokowi juga melantik Dewan Pengawas KPK. Dewan Pengawas KPK terdiri atas Tumpak H Panggabean (ketua), Artidjo Alkostar, Albertina Ho, Harjono, dan Syamsudin Haris. Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas KPK juga membacakan pakta integritas saat prosesi serah terima jabatan di KPK. Mereka bersedia dihukum pidana bila melanggar pakta integritas itu. Setelah itu, mereka menandatangani pakta integritas. Penandatanganan pakta integritas itu disaksikan oleh pimpinan KPK periode 2015-2019 Agus Rahardjo dan Basaria Pandjaitan. (mto)

lili-pintauli-siregarkpk

Baca Juga

Berita Lainnya