Jumat, 10 Juli 2020 03:10 WIB

Breaking News

Siap Amankan!, Komisioner KPU Akhirnya Jadi Tersangka

Redaktur: MTO

MANTAN BAWASLU - Agustiani Tio Fridelina, salah seorang yang menjadi tersangka.

Kopisusu.id -Setelah terkena operasi tangkap tangan (OTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wahyu Setiawan (WSE) sebagai tersangka. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu diduga menerima uang terkait pengaturan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. Wahyu diduga menerima duit Rp 600 juta terkait upaya memuluskan permintaan Harun Masiku menjadi anggota DPR PAW.

"Sejalan dengan penyidikan tersebut, KPK menetapkan empat tersangka," ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/1/2020).
Tersangka lainnya sebagai penerima adalah Agustiani Tio Fridelina Sitorus (ATF), orang kepercayaan Wahyu Setiawan yang juga mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sedangkan tersangka yang diduga sebagai pemberi adalah Harun Masiku (HAR), calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP dan Saeful (SAE) dari swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam pergantian antarwaktu caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun, dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.
Wahyu dan Agustiani disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Harun dan Saeful dijerat melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. "Tim menemukan dan mengamankan barang bukti Rp 400 juta yang berada di tangan ATF dalam bentuk dolar Singapura," imbuh Lili.

Ada yang menarik dalam kasus yang bermula dari Juli 2019 terkait pengajuan gugatan uji materi atas meninggalnya Nazarudin Kiemas. KPK mengungkap kode yang dipakai Wahyu. "ATF mengirimkan dokumen dan fatwa MA (Mahkamah Agung) yang didapat dari SAE kepada WSE untuk membantu proses penetapan HAR. Dan WSE menyanggupi membantu dengan membalas, siap, mainkan!'," terang Lili.

Dalam kesempatan itu, Lili juga mengatakan bahwa KPK meminta Harun Masiku menyerahkan diri. "Dan pada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (8/1/2020), KPK yang kini dipimpin Firli Bahuri itu mengamankan salah seorang Komisioner KPU Pusat Wahyu Setiawan. ’’Iya OTT. Kemarin (Selasa, Red), Sidoarjo dan tadi siang (Rabu, Red) KPU nas komisioner. WS,’’ tulis Lili melalui WA, Rabu (8/1/2020) sore. (mto)

agustiani-tio-fridelinawahyu-setiawantersangka-kpkott-kpkkpk

Baca Juga

Berita Lainnya