Sabtu, 04 Juli 2020 04:02 WIB

Jakarta

Suara Gubernur Anies Bergetar saat Umumkan Angka Kematian Akibat  Covid-19

Redaktur: eko satiya hushada

Gubernur Anies Baswedan

Kopisusu.id – Jumpa pers di Kantor Gubernur, Senin (30/3/2020) berbeda dari biasanya. Ada suasana haru, ketika Gubernur Anies Baswedan mengumumkan perkembangan kasus virus Corona, khususnya saat menyampaikan jumlah warga DKI yang dimakamkan dengan standar Covid-19. Suara Anies tiba-tiba bergetar, suasana pun hening.

Anies menyebutkan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mencatat 283 jasad dikebumikan kurang dari 4 jam selepas wafat, dibungkus plastik, menggunakan peti, dan petugas pemakamannya mengenakan alat pelindung diri ( APD). Data itu dicatat dalam kurun waktu tak sampai sebulan, yakni pada rentang 6-29 Maret 2020.

"Ini menggambarkan bahwa situasi di Jakarta terkait dengan Covid-19 amat mengkhawatirkan. Karena itu saya benar-benar meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta, jangan pandang angka ini sebagai angka statistik," ujar Anies dalam konferensi pers di Bakaikota, Senin (30/3/2020).

Sementara data nasional untuk yang meninggal positif Virus Corona, adalah sebanyak 76 orang khususnya Jakarta. Jumlah kasusnya adalah sebanyak 720 kasus, 48 orang dinyatakan sembuh, 76 meninggal, 445 masih dirawat dan 151 orang menjalani isolasi mandiri. Sedangkan yang masih menunggu hasil laboratorium sampai saat ini sebanyak 599 orang. Data yang cukup mengagetkan lagi, yakni jumlah tenaga kesehatan yang positif  sebanyak 81 orang, yang tersebar di 30 rumah sakit di DKI Jakarta

 "(Data) 283 itu bukan angka statistik. Itu adalah warga kita yang bulan lalu sehat., yang bulan lalu bisa berkegiatan," ujar Anies dengan suara bergetar. "Mereka punya anak, mereka punya istri, mereka punya saudara, dan ini semua harus kita cegah pertambahannya," tambah Anies lagi.

Menurut Gubernur, belum tentu semua jasad yang dimakamkan itu merupakan pasien Covid-19, sebagian mungkin masih berstatus suspect (dicurigai) Covid-19, karena belum dites atau hasil tes belum rilis saat meninggal. Keadaan tadi, menurut dia, menunjukkan bahwa kondisi Jakarta sebagai pusat pandemi Covid-19 di Indonesia masih amat mengkhawatirkan.

Berangkat dari sana, Anies meminta warga DKI Jakarta serius melakukan pembatasan aktivitas, atau yang dikenal sebagai physical atau social distancing. Ia meminta warga Jakarta lebih disiplin untuk tinggal di rumah.
"Tinggal lah di rumah, disiplin untuk menjaga jarak, lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi tetangga, lindungi semua," kata Anies.

Menurut dia, kangan sampai Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang mengurusi makam ini punya angka yang lebih tinggi lagi. “Mari kita ambil tanggung jawab semuanya," lanjut Anies kembali dengan suara bergetar.  (esa)

anies-baswedan

Baca Juga

Berita Lainnya