Sabtu, 04 Juli 2020 02:56 WIB

Jakarta

Gubernur Anies: Mulai Jumat Jakarta Lakukan PSBB

Redaktur: eko satiya hushada

RESMI PSBB - Gubernur Anies Baswedan dalam jumpa pers, Selasa (7/4/2020) malam.

Kopisusu.id - Akhirnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk melaksanakan karantina wilayah, atau yang kini disebut dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini setelah Pemprov DKI mendapatkan persetujuan dari Menteri Kesehatan. Rencananya PSBB mulai diterapkan sejak Jumat (10/4/2020), yang diikuti dengan tindakan hukum bagi yang tidak taat dengan aturan. 

"Mulai Jumat (10/4/2020), akan kita laksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dua hari ini akan dilakukan sosialisasi," kata Gubernur Anies Baswedan, dalam jumpa pers, di kantor Gubernur, Selasa (7/4/2020). 

PSBB adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 untuk mencegah penyebarannya. PSBB dilakukan selama masa inkubasi terpanjang, yaitu 14 hari. Jika masih terdapat bukti penyebaran berupa adanya kasus baru, dapat diperpanjang dalam masa 14 hari sejak ditemukannya kasus terakhir. Hal ini berdasarkan PP Nomor 21 Tahun 2020.

Selama ini menurut Gubernur Anies, sebenarnya DKI Jakarta sudah melakukan pembatasan kegiatan. Namun belum ada penindakan, karena belum ada aturannya. Namun setelah Presiden Joko Widodo memberikan kesempatan kepada daerah untuk melakukan PSBB, Jakarta pun meminta untuk diterapkan, mengingat perkembangan penyebaran virus Corona terus meningkat. "Dengan dilaksanakannya PSBB ini, ada penindakan. Tak hanya sebatas himbauan," tegas Anies. 

Penindakan tersebut menurut Anies, mulai dilaksanakan mulai Jumat (10/4/2020). Ia berharap agar masyarakat lebih taat aturan. Karena status PSBB ini tak lagi sekedar imbauan. "Kegiatan pendidikan tetap di rumah. Fasilitas umum tutup. Baik hiburan milik pemerintah, milik masyarakat, taman, gedung pertemuan, semua tutup," tegas Anies.

Ditambahkan, pernikahan tidak dilarang. Namun hanya diperbolehkan dilaksanakan di kantor KUA. Tidak boleh ada resepsi. Begitu juga kegiatan pertemuan besar lainnya. Sementara sektor layanan, tidak ada yang ditutup. Sedangkan dunia usaha, kegiatan perkantoran dihentkan. Kecuali ada 8 sektor, yakni kesehatan, pangan, makanan dan minuman, energi (air, gas, listrik, pompa bensin) beroperasi seperti biasa. Begitu juga dengan komunikasi (jasa dan media), sektor keuangan dan perbankan, pasar modal, kegiatan distribusi barang (logistik), kebutuhan keseharian, retail seperti warung, toko kelontong, serta sektor strategis lainnya di kawasan ibukota. Semua ini, tetap beroperasi.

"Sektor lain diminta untuk dikerjakan di rumah. Sementara kegiatan sosial penanganan Covid-19, tetap boleh beroperasi. Seperti lembaga zakat, organisasi sosial yang melaksakan kegiatan mengatasi dampak Covid, NGO bidang kesehatan, bisa berkegiatan. Dengan catatan, tetap mengikuti protap Covid-19," tegas Anies.

Sementara transporasi umum di Jakarta akan dibatasi jumlah penumpangnya per kendaraan umum. Hanya beroperasi pukul 06.00 Wib hingga pukul 18.00 WIB. Sedangkan kendaraan pribadi tidak dibatasi. Tetap boleh beroperasi jalan. Hanya, penumpangnya diminta untuk dibatasi. 

Kumpulan orang pun diatur. Maksimal hanya boleh 5 orang. Lebih dari itu, akan ditindak. Kegiatan patrioli akan ditingkatkan oleh Polri dan TNI. "Ini kepentingan kita semua. Jika kita taati, insyaallah penyebaran Covid-19 akan dapat kita kendalikan," ujar Anies.

Pemprov pun akan memberikan bantuan sembako kepada warga miskin dan rentan miskin. "Pemprov DKI akan memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid. Mulai Kamis lusa, kami melakukan distribusi sembako kepada masyarakat di kawasan padat, warga miskin dan rentan miskin," jelas Anies.

Anies minta semua pihak taat dengan ketentuan-ketentuan ini.  Pemprov akan melarang semua kegiatan yang berpotensi menjadi sumber penyebaran virus Corona. "Kita akan tegas dalam soal ini. ada penindakan," tegas Anies. Selama dua hari ini, akan dilakukan sosialiasi. Jumat, mulai mulai dilaksanakan. (esa)

 

 

anies-baswedanpsbb-dki-jakartacovid-19virus-corona

Baca Juga

Berita Lainnya