Sabtu, 04 Juli 2020 04:05 WIB

Jakarta

Sanksi Denda PSBB Maksimal Rp100 Juta, Penjara 1 Tahun

Redaktur: eko satiya hushada

PSBB DIMULAI - Gubernur Anies saat jumpa pers, Kamis (9/4/2020) malam.

Kopisusu.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang dimulai Jumat (10/4/2020) pukul 00.00 WIB, hingga 14 hari ke depan. Ada sanksi pidana dan denda bagi warga yang melanggar ketentuan PSBB. Untuk sanksi denda, paling besar Rp100 juta. Sedangkan pidana, penjara paling lama 1 tahun.

“Mari kita disiplin untuk melaksanakan program PSBB ini. Karena ini bukan program pemerintah untuk Pemerintah, tetapi program untuk menyelamatkan jiwa masyarakat dari ancaman virus Corona,” kata Gubernur Anies Baswedan dalam keterangan persnya, di Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2020) malam.

Menurut Anies, selama masa pemberlakuan PSBB ini, seluruh masyarakat di Jakarta berkewajiban untuk mematuhi ketentuan yang ada. Bukan saja dari sisi pemerintah yang harus memenuhi kewajibannya,  tapi masyarakat juga memiliki kewajiban untuk sama-sama mentaati berlakunya PSBB ini.

“PSBB ini berlaku mulai besok tanggal 10 sampai dengan tanggal 23 April 2020,” tegas Anies.

Untuk sanksi pidana maupun denda, menurut Anies, sesuai pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan kesehatan. Disebutkan dalam pasal tersebut, Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Untuk pelaksanaan PSBB ini pun, Gubernur Anies menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Corona Virus Disease 90 (covid-19) di wilayah DKI Jakarta. Dalam Pergub tersebut dijelaskan, selama pemberlakuan PSBB, setiap orang wajib melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker di luar rumah serta pembatasan aktivitas luar rumah.

Pembatasan aktivitas di luar rumah dimaksud,  meliputi pelaksanaan pembelajaran di Sekolah atau institusi pendidikan lainnya, aktivitas bekerja di tempat kerja,  kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya serta pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

“Untuk ojek, tidak diperbolehkan membawa penumpang. Kecuali jika dalam waktu berjalan ada perubahan, akan kita sampaikan, akan kita sesuaikan. Karena kami terus melakukan koordinasi soal ini kepada Pemerintah Pusat,” kata Anies.

Untuk kegiatan yang dihentikan sementara, menurut Anies, tidak termasuk  pada lembaga pendidikan, pelatihan, penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Termasuk organisasi bidang sosial yang ikut terlibat dalam penanganan pandemic Virus Corona.

Pergub ini juga mengatur pembatasan bagi warga penderita tekanan darah tinggi, pengidap penyakit jantung, pengidap diabetes, penderita penyakit paru-paru, penderita kanker, ibu hamil dan usia lebih dari 60 tahun. “Ini adalah pembatasan setiap orang yang mempunyai penyakit penyerta atau kondisi yang dapat berakibat fatal apabila terpapar Corona Virus Disease (COVID-19), sehingga aktifitasnya dibatasi,” tegas Gubernur.

Pergub juga mengatur kegiatan penyediaan makanan dan minuman. Menurut Gubernur Anies, restoran atau usaha makan minum boleh tetap buka. Namun tidak diperkenankan makan di tempat. Penanggungjawab tempat usaha makanan minuman, wajib membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung (take away), melalui pemesanan secara daring, atau dengan fasilitas telepon layanan antar. Kemudian, menjaga jarak antrean berdiri maupun duduk paling sedikit 1 (satu) meter antar pelanggan, menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses penanganan pangan sesuai ketentuan, menyediakan alat bantu seperti sarung tangan atau penjepit makanan untuk meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan dan penyajian.

Lalu, memastikan kecukupan proses pemanasan dalam pengolahan makanan sesuai standar, melakukan pembersihan area kerja, fasilitas dan peralatan, khususnya yang memiliki permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan, menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun bagi pelanggan dan pegawai, melarang bekerja karyawan yang sakit atau menunjukkan suhu tubuh di atas normal, batuk, pilek, diare dan sesak nafas.

“Terakhir, mengharuskan bagi penjamah makanan menggunakan sarung tangan, masker kepala dan pakaian,” jelas Anies. (esa)

 

 

gubernur-anies-baswedanvirus-coronacovid-19

Baca Juga

Berita Lainnya